Unduh aplikasinya

100+ pantun gombal lucu, romantis, dan bikin baper

Daftar ini masih berupa draf dan diurutkan berdasarkan topik. Tinjauan editor penutur asli dan peringkat berdasarkan jumlah salinan masih berlangsung. ·

Pantun gombal adalah rayuan empat baris berima ABAB dengan sampiran dan isi. Daftar ini berisi 150 bait lucu, romantis, dan bikin salting untuk gebetan, pacar, atau chat santai. Pilih sesuai suasana, salin sekali ketuk, atau simpan kartu pilihan untuk story; berhenti bila lawan bicara tidak nyaman.

Pantun gombal empat baris dengan pola ABAB

Semua bait dalam daftar ini terdiri dari empat baris: dua baris sampiran dan dua baris isi. Bunyi akhir baris pertama berima dengan baris ketiga; baris kedua berima dengan baris keempat.

Pantun gombal lucu yang bikin salting

Pilih pantun lucu saat obrolan sudah cair dan kalian biasa saling menggoda. Baris penutup yang ringan lebih enak dibaca daripada rayuan yang terlalu serius atau memaksa.

Pantun romantis untuk gebetan atau pacar

Untuk gebetan atau pacar, pilih isi yang menyebut senyum, rasa rindu, atau ajakan mengobrol. Sesuaikan dengan kedekatan kalian agar gombalan terasa hangat, bukan seperti pesan massal.

Pantun gombal untuk chat santai

Untuk chat, kirim satu bait yang paling sesuai dengan situasi. Salin sekali ketuk, tunggu responsnya, lalu lanjutkan percakapan hanya jika lawan bicara terlihat nyaman.

  1. Pagi hari memetik melati Burung kecil terbang petang Sejak kamu singgah di hati Hari biasa terasa terang
  2. Membeli roti untuk tamu Langit senja berwarna jingga Boleh aku tahu namamu Biar senyum punya cerita
  3. Naik sepeda membawa jamu Berhenti sebentar dekat taman Bukan sengaja menatap kamu Senyummu memang curi perhatian
  4. Anak rusa turun ke kali Pulang membawa bunga seikat Kalau kamu tersenyum lagi Boleh aku duduk lebih dekat
  5. Pergi ke pasar membeli pita Pita biru dibawa pulang Banyak orang pandai bercerita Cuma kamu bikin hati tenang
  6. Bunga kenanga tumbuh rapi Disiram pagi di halaman Kamu memang bukan kopi Tapi bikin susah tidur semalaman
  7. Makan ketan bersama Rani Minum teh menjelang malam Kalau boleh jujur hari ini Aku ingin mengenalmu lebih dalam
  8. Jalan pagi membeli jamu Pulang sore menuju kedai Jujur, aku tertarik padamu Boleh kita mengobrol santai?
  9. Ikan kecil berenang ke tepi Air berkilau terkena terang Namamu baru kudengar sekali Aneh, sudah ingin kuulang
  10. Pagi cerah memetik serai Serai dijemur rapi berjajar Boleh kita mengobrol santai? Senyummu manis bikin berdebar
  11. Naik perahu menuju hulu Membawa bekal buah delima Aku tidak mengejar waktu Asal ngobrolnya terasa lama
  12. Daun pandan di atas batu Harumnya sampai ke halaman Banyak pilihan di depanku Tetap kamu yang curi perhatian
  13. Membawa payung warna biru Hujan reda dekat halaman Boleh aku duduk di sampingmu Biar bisa mengobrol nyaman
  14. Petik mangga memakai galah Mangga muda jatuh ke tanah Aku datang bukan membawa masalah Cuma ingin bikin kamu betah
  15. Sore hari membeli tahu Tahu hangat dibagi dua Aku belum banyak tahu Tapi ingin kenal kamu juga
  16. Pergi mendaki di pagi hari Turun perlahan melewati batu Biasanya aku percaya diri Tapi langsung gugup dekat kamu
  17. Bunga mawar dekat pagar Lebah singgah mencari sari Senyummu bikin aku sadar Hari indah dimulai hari ini
  18. Kucing tidur dekat lemari Bangun cepat mengejar benang Aku mencoba fokus sendiri Kamu datang fokus pun hilang
  19. Membeli buku di hari Senin Membaca tenang dekat jendela Namamu terdengar bersama angin Kenapa hatiku ikut terbawa
  20. Pergi pagi membeli serai Serai segar ditaruh di peti Boleh kita mengobrol santai? Dimulai dari kabarmu hari ini
Tampilkan 130 lagi
  1. Burung nuri hinggap di dahan Dahan bergoyang dekat kali Bukan mau buat tak nyaman Aku cuma ingin ngobrol lagi
  2. Malam Minggu menanak nasi Nasi matang ditemani udang Kamu tak perlu banyak berjanji Cukup hadir, hati pun senang
  3. Jalan kecil menuju balai Lampu menyala menjelang senja Kalau kamu belum selesai Aku tunggu tanpa memaksa
  4. Pisang matang dibawa Budi Dibagi rata bersama teman Kalau senyummu gratis begini Boleh aku dapat langganan
  5. Menyapu teras saat pagi Debu hilang disapu rapi Baru melihatmu sekali Sudah lupa mau bilang apa tadi
  6. Naik kereta menuju kota Duduk tenang dekat jendela Kalau boleh memilih cerita Aku pilih kenal kamu lebih lama
  7. Petani pulang membawa padi Padi disimpan dekat gudang Kamu datang sebentar tadi Entah kenapa hati jadi senang
  8. Membeli manggis bersama Sari Pulang lewat jalan seberang Aku tak sedang mencari-cari Tapi kamu paling mencuri pandang
  9. Matahari muncul kembali Anak ayam turun ke ladang Kalau kamu duduk di sini Mungkin waktu enggan pulang
  10. Kapal kecil menuju dermaga Ombak pelan membawa buih Aku memang tak pandai berkata Tapi pujian ini sungguh tulus dan bersih
  11. Beli pepaya dekat pasar Pepaya matang dibelah bersih Biasanya aku terlihat tegar Dekat kamu malah salting sendiri
  12. Pohon pinus tumbuh berjajar Embun pagi jatuh bening Tidak perlu tampil mengejar Cukup diam sudah bikin salting
  13. Anak nelayan menebar jala Jala ditarik saat fajar Aku tak pandai merangkai kata Cukup bilang namamu bikin berdebar
  14. Bunga kamboja dekat pagar Jatuh satu di tanah putih Setiap kamu tertawa lebar Niat pulang jadi tersisih
  15. Pergi ke kebun mencari akar Pulangnya lewat jalan berliku Aku memang belum terlalu pintar Tapi tahu hatiku memilih kamu
  16. Burung elang terbang memutar Hinggap sebentar dekat selasih Kepalaku ingin tetap sadar Senyummu datang, semua rencana tersisih
  17. Jemur kain pagi dekat sumur Angin pagi terasa ramah Aku ingin bicara jujur Kamu bikin hati betah
  18. Pergi ke taman bersama kawan Pulangnya singgah dekat sekolah Bukan parasmu saja yang menawan Caramu bicara juga indah
  19. Air sungai mengalir jernih Batu kecil tertutup lumut Aku tidak minta lebih Cukup balas pesanku dengan lembut
  20. Beli bubur dekat pelabuhan Dimakan hangat bersama kurma Kalau kamu butuh teman Aku siap dengar berlama-lama
  21. Bulan sabit bersinar kembali Cahayanya jatuh ke taman Pesanmu memang singkat sekali Tapi senyumku bertahan semalaman
  22. Kupu-kupu hinggap di dahan Terbang rendah dekat perigi Aku suka caramu bertahan Tetap ramah meski harimu sepi
  23. Membawa benih ke halaman Benih tumbuh setiap hari Kalau boleh buat harapan Semoga kita ngobrol lagi
  24. Naik bukit melihat awan Turun pelan sebelum pagi Banyak orang jadi kenalan Hanya kamu yang ingin kutemui lagi
  25. Beli rambutan satu ikat Disimpan rapi dekat peti Boleh aku duduk lebih dekat Kalau kamu nyaman di sini
  26. Pagi hujan membawa dingin Warung kecil mulai terbuka Aku datang bukan main-main Rasanya kita serasi juga
  27. Baca koran sambil berdiri Angin datang membawa aroma Aku mencoba biasa sendiri Tawamu mengubah suasana
  28. Petik ceri dekat perigi Ceri merah dibawa pulang Kalau kamu balas sekali lagi Malam ini pasti lebih tenang
  29. Jalan kaki menuju kedai Singgah sebentar membeli nasi Aku mungkin bukan yang paling pandai Tapi sungguh ingin menghargai hati
  30. Daun kelapa dibuat sapu Sapu disimpan dekat taman Kalau nanti kamu merindu Namaku boleh jadi tujuan
  31. Jalan pagi membeli roti Pulang lewat jalan seberang Kamu singgah sebentar di hati Senyumku bertahan sampai sekarang
  32. Naik sepeda membawa jamu Berhenti berteduh dekat taman Kalau hati boleh memilih kamu Akan kuberi sepenuh perhatian
  33. Naik kereta menuju kota Lampu menyala menjelang petang Aku suka caramu bercerita Bikin pikiran terasa tenang
  34. Bunga mawar dekat pagar Air mengalir jernih bersih Aku bisa belajar sabar Asal kita sama-sama menjaga kasih
  35. Burung kecil menunggu hujan Turun mencari makan pagi Aku tidak meminta harapan Cukup izinkan bertemu lagi
  36. Pohon tinggi bernama bambu Daunnya jatuh dekat jalan Diam-diam aku suka kamu Sebab bicaramu bikin nyaman
  37. Pagi cerah memetik melati Burung pulang sebelum petang Namamu tumbuh pelan di hati Lalu berubah menjadi sayang
  38. Naik perahu menuju hulu Berhenti tenang dekat dermaga Belum lama aku merindu Boleh kita pergi bersama?
  39. Beli pepaya dekat pasar Buah dipotong dengan rapi Aku mencoba tetap tegar Walau senyummu mencuri hati
  40. Burung camar mengejar awan Pulang ke sarang sore hari Banyak orang sekadar kenalan Cuma kamu yang ingin kutemui lagi
  41. Petani pulang membawa padi Padi disimpan dekat ladang Aku pegang teguh satu janji Akan kujaga senyummu, sayang
  42. Membaca cerita dari buku Duduk sendiri dekat sekolah Di akhir kisah kupilih kamu Sebab bersamamu terasa indah
  43. Ikan kecil berenang ke kali Pulangnya lewat sungai seberang Aku menunggu sejak tadi Sampai pesanmu datang membawa tenang
  44. Pergi ke pasar membeli pita Pulang bersantai dekat taman Aku suka mendengar cerita Terutama darimu yang bikin nyaman
  45. Pagi hari membeli serai Serai disimpan dekat peti Dekat kamu aku santai Sebab senyummu menyejukkan hati
  46. Menimba air dekat sumur Tetangga menyapa dengan ramah Boleh aku bicara jujur Tawamu sederhana dan indah
  47. Bunga tumbuh dekat pagar Embun menetes begitu jernih Tatapanmu membuatku sadar Hatiku mulai mengenal kasih
  48. Pergi pagi membeli mangga Pulang sore sebelum sepi Banyak yang manis di dunia Tetap senyummu yang ingin kulihat lagi
  49. Daun kelapa dibuat sapu Sapu disimpan di halaman Kalau kamu sedang merindu Aku datang membawa harapan
  50. Pagi cerah menyusuri jalan Burung bernyanyi menyambut pagi Aku mendekat pelan-pelan Agar kamu nyaman bertemu lagi
  51. Pagi cerah menjemur kain Ibu belanja dekat pasar Aku datang bukan bermain Perasaanku tumbuh dengan sabar
  52. Naik sepeda membawa jamu Lampu menyala menjelang petang Tak seorang pun seperti kamu Sekali tersenyum bikin sayang
  53. Anak rusa duduk di batu Bunga bermekaran dekat taman Aku tak akan mengejar waktu Asal kamu memberi kesempatan
  54. Naik kereta menuju kota Turun sebentar melihat senja Aku tak 'kan selesai bercerita Kalau pendengarnya kamu saja
  55. Petani pulang membawa padi Padi disimpan dekat gudang Kamu menetap pelan di hati Membuat hari-hariku tenang
  56. Pagi hari memetik melati Kain dijemur dekat pagar Kalau ada waktu nanti Boleh kita ngobrol sebentar
  57. Naik perahu menuju hulu Membawa bekal buah delima Hatiku memang memilih kamu Untuk berbagi tawa bersama
  58. Membaca cerita dari buku Anak bermain dekat sekolah Semakin lama makin rindu Sebab mengenalmu terasa indah
  59. Membeli mangga dekat pasar Buah dicuci sampai bersih Senyummu bikin aku sadar Baper ini udah tumbuh jadi kasih
  60. Burung camar mengejar awan Pulang ke sarang saat pagi Aku menyimpan satu harapan Bisa mendengar tawamu lagi
  61. Bunga tumbuh memenuhi taman Burung berkicau sepanjang hari Dekat kamu rasanya nyaman Jauh sedikit terasa sepi
  62. Pergi ke pasar membeli pita Pulang ketika datang petang Kamu bagian baik cerita Yang membuatku mudah sayang
  63. Ikan kecil berenang ke kali Anak rusa duduk di batu Baru sekali melihatmu di sini Sudah ingin mengobrol denganmu
  64. Pagi hari membeli serai Serai disimpan dekat peti Dekat kamu rasanya santai Tanpa usaha sudah mencuri hati
  65. Bunga mawar dekat pagar Lampu menyala dekat taman Kalau kamu mau mendengar Kuceritakan pelan sampai nyaman
  66. Bawa bekal sayur jamur Tetangga menyapa dengan ramah Boleh aku bicara jujur Dekat kamu dunia terasa indah
  67. Pohon tinggi bernama bambu Daunnya jatuh dekat jalan Setiap malam ada rindu Namamu kusebut pelan-pelan
  68. Naik kereta menuju kota Turun sebentar melihat senja Aku suka semua cerita Terutama ceritamu saja
  69. Petani pulang membawa padi Langit sore terlihat terang Kupegang teguh satu janji Tak 'kan bermain-main dengan sayang
  70. Naik perahu membawa jamu Berhenti tenang dekat dermaga Aku tersenyum karena kamu Boleh kita jalan bersama?
  71. Pagi cerah menjemur kain Ibu pulang membawa jamu Aku datang bukan main-main Sungguh ingin mengenal kamu
  72. Pagi cerah memetik melati Lampu menyala menjelang petang Kamu tinggal pelan di hati Membuat langkah terasa tenang
  73. Naik sepeda membawa jamu Berhenti teduh dekat halaman Aku ingin kenal dirimu Bukan sekadar cari perhatian
  74. Membeli mangga dekat pasar Buah dicuci sampai bersih Senyummu bikin aku sadar Aku mulai menyimpan kasih
  75. Burung kecil mengejar awan Pulang ke sarang sore hari Aku menyimpan satu harapan Kita bisa tertawa lagi
  76. Anak rusa duduk di batu Daun berguguran dekat jalan Aku tidak mengejar waktu Asal bersamamu terasa nyaman
  77. Pergi ke pasar membeli pita Turun sebentar melihat senja Kamu jadi bagian cerita Yang ingin kubaca selamanya
  78. Menimba air dekat sumur Tetangga menyapa dengan ramah Izinkan aku bicara jujur Tawamu sederhana dan indah
  79. Petani pulang membawa padi Padi disimpan dekat ladang Kamu tumbuh pelan di hati Lalu berubah menjadi sayang
  80. Membaca cerita dari buku Anak bermain dekat sekolah Setiap malam datang rindu Sebab mengenalmu terasa indah
  81. Duduk santai meminum kopi Lampu menyala menjelang petang Kamu memang bukan pencuri hati Tapi kok aku langsung sayang?
  82. Makan siang sepiring nasi Bunga bermekaran dekat taman Aku belum berani berjanji Tapi siap memberi perhatian
  83. Pergi pagi membeli mangga Langit sore terlihat terang Katanya banyak yang istimewa Tetap kamu yang bikin sayang
  84. Membeli pepaya dekat pasar Buah dicuci sampai bersih Melihat senyummu aku sadar Rasa baper berubah jadi kasih
  85. Burung kecil mengejar awan Pulang ke sarang saat pagi Aku punya satu harapan Boleh mendengar tawamu lagi
  86. Naik sepeda membawa jamu Daun berguguran dekat jalan Katanya susah melupakan kamu Wajar, senyummu jadi tujuan
  87. Pergi ke pasar membeli pita Lampu menyala menjelang petang Aku punya banyak cerita Semua hilang saat kamu datang
  88. Membaca cerita dari buku Anak bermain dekat sekolah Tiap malam datang rasa rindu Lihat fotomu, rindunya tambah parah
  89. Petani pulang membawa padi Padi disimpan dekat ladang Sinyal boleh hilang dari sini Pesanmu tetap paling kutunggu, sayang
  90. Anak rusa duduk di batu Bunga bermekaran dekat taman Waktu seolah berhenti dekat kamu Atau aku yang terlalu nyaman?
  91. Pagi cerah menjemur kain Ibu berbelanja dekat pasar Aku tak sedang main-main Karena niatku tulus dan benar
  92. Pagi cerah memetik melati Burung pulang sebelum petang Kapan kita berjumpa lagi? Biar rasa gugup berubah sayang
  93. Naik perahu membawa jamu Berhenti tenang dekat dermaga Aku tersenyum lihat kamu Boleh kita tertawa bersama?
  94. Menimba air dekat sumur Tetangga menyapa dengan ramah Aku mau berkata jujur Senyummu sederhana dan indah
  95. Membeli mangga dekat pasar Air mengalir begitu jernih Tatapanmu membuat sadar Aku mulai menyimpan kasih
  96. Burung camar mengejar awan Pulang ke sarang sore hari Kamu tumbuhkan satu harapan Agar kita bisa bersama lagi
  97. Naik sepeda membawa jamu Bunga bermekaran di halaman Aku ingin mengenal kamu Dengan waktu dan perhatian
  98. Naik kereta menuju kota Turun sebentar melihat senja Kamu bagian indah dari cerita Yang ingin kujaga selamanya
  99. Petani pulang membawa padi Padi disimpan dekat gudang Aku menjaga satu janji Tidak memainkan rasa sayang
  100. Membaca cerita dari buku Anak bermain dekat sekolah Aku selalu diam-diam merindu Sebab suaramu terasa indah
  101. Pagi hari memetik melati Lampu menyala menjelang petang Kamu menetap pelan di hati Membuat langkah terasa tenang
  102. Pohon tinggi bernama bambu Bunga bermekaran dekat taman Setiap malam datang rindu Saat bersamamu terasa nyaman
  103. Bunga mawar dekat pagar Buah dicuci sampai bersih Aku menunggu dengan sabar Sampai kamu percaya kasih
  104. Pergi ke pasar membeli pita Turun sebentar melihat senja Namamu masuk ke dalam cerita Tanpa perlu kupaksa
  105. Burung kecil mengejar awan Pulang ke sarang saat pagi Aku menjaga satu harapan Kita bisa berjumpa lagi
  106. Anak rusa duduk di batu Daun berguguran dekat jalan Tak terasa cepatnya waktu Saat bersamamu terasa nyaman
  107. Pagi hari membeli serai Serai disimpan dekat peti Dekat kamu aku santai Karena kamu tenangkan hati
  108. Menimba air dekat sumur Tetangga menyapa dengan ramah Aku datang dengan jujur Semoga hadirku tak membuatmu resah
  109. Petani pulang membawa padi Padi disimpan dekat ladang Kamu tumbuh tenang di hati Bikin aku belajar sayang
  110. Membaca cerita dari buku Anak bermain dekat sekolah Semakin hari makin rindu Sebab bersamamu terasa indah
  111. Burung kecil menunggu hujan Turun mencari makan pagi Aku menyimpan banyak kenangan Walau kamu memilih pergi
  112. Bulan sabit muncul malam Air mengalir menuju kali Namamu tinggal paling dalam Meski tak mungkin kembali
  113. Bunga kecil tumbuh di tepi Lampu menyala menjelang petang Aku bucin sampai lupa diri Kamu pergi, sepi pun datang
  114. Burung camar mengejar awan Pulang ke sarang sore hari Aku menjaga banyak kenangan Lalu belajar berdiri sendiri
  115. Petik melati dekat telaga Bulan bersinar tengah malam Kusembuhkan perlahan luka Agar hati tak lagi tenggelam
  116. Anak rusa duduk di batu Daun berguguran dekat jalan Aku bucin terlalu lama padamu Kini belajar pergi perlahan
  117. Membeli pepaya dekat pasar Buah dicuci sampai bersih Kehilangan membuatku sadar Diri sendiri juga perlu kasih
  118. Pagi cerah memetik melati Burung pulang sebelum petang Aku simpan kamu di hati Walau kisah kita sudah hilang
  119. Naik perahu menuju hulu Berhenti tenang dekat dermaga Kadang malam membawa rindu Tapi hidup harus tetap dijaga
  120. Menimba air dekat sumur Tetangga menyapa dengan ramah Aku memilih tetap jujur Cinta yang sehat terasa seperti rumah
  121. Pagi cerah menjemur kain Ibu berbelanja dekat pasar Aku datang bukan untuk main-main Kalau kamu mau, kita kenalan sebentar
  122. Naik sepeda membawa jamu Bunga bermekaran dekat taman Aku tertarik mengenal kamu Tapi kalau kamu juga nyaman
  123. Pergi ke pasar membeli pita Turun sebentar melihat senja Mari mulai dengan cerita Lalu lihat arahnya ke mana
  124. Petani pulang membawa padi Padi disimpan dekat ladang Aku tak mau mengumbar janji Hanya menawarkan obrolan tenang
  125. Membaca cerita dari buku Anak bermain dekat sekolah Aku ingin mengenal kamu Tanpa membuat suasana serba salah
  126. Burung kecil mengejar awan Pulang ke sarang saat pagi Boleh aku simpan harapan Sambil menunggu jawaban nanti
  127. Membeli mangga dekat pasar Buah disimpan dekat peti Kubilang ini agar kamu sadar Intinya, kamu menarik hati
  128. Anak rusa duduk di batu Daun berguguran dekat jalan Aku menghargai waktumu Jawab saat kamu sudah nyaman
  129. Pagi hari memetik melati Lampu menyala menjelang petang Kalau aku singgah di hati Beri tahu, biar hatiku tenang
  130. Naik perahu membawa jamu Berhenti tenang dekat dermaga Aku ingin bicara denganmu Jangan-jangan kamu mau juga

Simpan dan bagikan

Apa pantun gombalan?

Pantun gombalan adalah pantun empat baris yang memakai sampiran dan isi untuk menyampaikan rayuan. Baris pertama berima dengan baris ketiga, sedangkan baris kedua berima dengan baris keempat. Isinya bisa lucu, romantis, atau sengaja bikin salting. Pilih kata yang sesuai kedekatan dan jangan memaksa respons.

Apa teka-teki gombal bikin salting?

Teka-teki gombal bikin salting biasanya membuka percakapan dengan pertanyaan ringan. Jawabannya tak terduga dan memuji lawan bicara. Contohnya, tanyakan apa bedanya dia dengan kopi, lalu jawab bahwa keduanya membuatmu susah tidur. Sampaikan dengan santai, tunggu reaksinya, dan berhenti bila dia terlihat tidak nyaman.

Apakah ada pantun romantis?

Ada banyak pantun romantis yang tetap ringan dan sopan. Gunakan dua baris sampiran tentang alam atau kegiatan harian. Tutup dengan dua baris isi tentang rasa kagum, rindu, atau ajakan berbicara. Jaga pola ABAB, pilih kata yang terasa alami, dan sesuaikan rayuan dengan hubungan kalian.

Apa saja 2 contoh pantun?

Dua contoh pantun dapat memakai tema berbeda. Pantun pertama bisa memakai sampiran bunga dan burung, lalu isi tentang senyum seseorang. Pantun kedua bisa memakai sampiran pasar dan hujan, lalu isi berupa ajakan mengobrol. Keduanya tetap memiliki empat baris, rima ABAB, serta pemisahan jelas antara sampiran dan isi.